Kamis, 21 Maret 2013

16 Tenses dan Pronount

A. Simple Present Tenses Tenses ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat tetap, kebiasaan atau kebenaran yang hakiki. Karena sering menyangkut kejadian diwaktu lamapu, sekarang dan akan datang, Tenses ini paling sedikit mempunyai keterangan waktu tertentu. Kalimat-kalimat bahasa inggris umumnya harus mempunyai subject (s) dan predicate (p). karena itu semua Tenses akan dipormulasi seperti itu. Rumus: +) Subject + tobe + verb I + Main verb +) Subject + verb I + (s/es) Contoh:  She is beautiful (dia cantik)  Is she beautiful? (apakah dia cantik?)  She is not beautiful (dia tidak cantik) A.Simple Present Tense dipakai ketika: • Kejadiannya bersifat umum, atau • Terjadi sepanjang waktu, atau kebiasaan di masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang, atau • Kejadiannya tidak hanya terjadi sekarang, atau • Bersifat kebenaran umum, yang orang lain tidak dapat menyangkal lagi akan kebenarannya. B. Present Continuous Tense Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang benar-benar sedang dilakukan saat ini. Kalimat-kalimat dalam Tenses ini lebih sering dipakai dari pada present Tenses. Rumus: Subject + tobe (is, am, are) + kata kerja + ing Tense ini dipakai untuk menjelaskan tentang: • Kejadian yang sedang terjadi sekarang, atau kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang. Contoh : +) She is cooking in the kitchen. (dia sedang memasak di dapur) -) She is not cooking in the kitchen. (dia tidak sedang memasak di dapur) ?) is she cooking in the kitchen? (apakah dia sedang memasak di dapur?) C. Present Perfect Tense Rumus: Subject + have + past participle (kata kerja bentuk ke-3) Tense ini digunakan untuk: • Pengalaman • Perubahan • Situasi yang berkelanjutan atau untuk menunjukkan suatu peristiwa yang selesai pada waktu yang singkat (baru selesai). Perhatikan contoh-contoh kalimatnya berikut ini: +) they have met me (mereka sudah menemui saya) ?) have they met me? (apakah mereka sudah menemui saya?) -) they have not met me ( mereka tidak menemui saya) D. Present Perfect Continuous Tense Rumus: Subject + have/has + been + kata kerja + ing Kita menggunakan tense ini untuk menjelaskan: • Satu kejadian/kegiatan yang baru saja berlangsung • Satu perbuatan yang berlangsung hingga sekarang (pada saat bicara masih terjadi) Perhatikan contoh kalimat berikut: +) They have been playing basketball. (mereka telah sedang bermain bola basket) -) They have not been playing basketball. (mereka telah tidak sedang bermain bola basket) ?) Have they been playing basketball? (apakah mereka telah sedang bermain bola basket?) E. Simple Past Tense Rumus Kalimat Positif: Subject + kata kerja bentuk ke-2 Rumus Kalimat Negatif : Subject + did + not + kata kerja bentuk ke-1 Rumus Kalimat Tanya: Did + subject + kata kerja bentuk ke-1 Pengecualian: Ketika Predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka pengganti kata kerja tersebut adalah was (I, she, he, it) dan were (we, you, they). Kapan kita memakai Simple Past Tense? Kita memakai Tense ini untuk membicarakan tentang satu perbuatan yang terjadi di masa lampau. Perhatikan contoh kalimat berikut: +) They were student last year (mereka pelajar tahun lalu) -) They were not student last year (mereka bukan pelajar tahun lalu) ?) Were they student last year? (Apakah mereka pelajar tahun lalu?) F. Past Continuous Tense Rumus: subject + was, were + Kata Kerja + ing Kapan kita menggunakan tense ini? Tense ini menggambarkan suatu tindakan atau kejadian pada waktu tertentu di masa lampau. Contoh: +) We were joking. -) We were not joking. ?) Were we joking? G. Past Perfect Tense Rumus: had + subject + Kata Kerja Bentuk ke - 3 Kapan kita menggunakan Past Perfect Tense? Tense ini mengekspresikan tindakan di masa lalu sebelum tindakan lain terjadi, namun kejadiannya di masa lampau. Perhatikan: +) I had listen the radio when you come here (aku sudah mendengar radio sebelum kamu datang) H. Past Perfect Continuous Tense Rumus: Subject + had + been + kata kerja + ing Kapan Kita menggunakan Past Perfect Continuous Tense? Tense ini sama pemakaiannya dengan Past Perfect Tense, namun mengekspresikan tindakan-tindakan yang lebih lama di masa lampau sebelum tindakan lain terjadi. Perhatikan: She had been helping me when they went to school (dia telah sedang membantu saya ketika mereka telah pergi ke sekolah) I. Simple Future Tense Rumus: subject + WILL/SHALL + Kata Kerja Bentuk I Kapan kita mengunakan Simple Future Tense? a. Tidak Ada Rencana Sebelumnya atau Menyatakan perbuatan/kejadian yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang contoh : • Hold on. I will get a pencil. b. Prediksi Contoh: • It will rain tomorrow. KALIMAT NON-VERBAL Ketika predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka gunakan be untuk menggantikan kata kerja tersebut. Contoh: • I‘ll be in London tomorrow. Catatan: Ketika kita mempunyai rencana atau keinginan untuk melakukan suatu kegiatan di masa yang akan datang, maka gunakan be going to atau Present Continuous Tense untuk menggantikan will/shall. J. Future Continuous Tense Rumus: subject + WILL + BE + Kata Kerja + ing Kapan kita menggunakan Future Continuous Tense? Tense ini menggambarkan suatu tindakan yang akan terjadi di waktu tertentu di masa yang akan datang. Contoh: He will be teaching me at eight tomorrow (dia akan sedang mengajar saya pada jam delapan besok) K. Future Perfect Tense Rumus: subject + WILL + HAVE + Kata Kerja Bentuk ke 3 Kapan Kita Menggunakan Future Perfect Tense? Tense ini kita pakai untuk menggambarkan suatu kegiatan yang akan terjadi di masa yang akan datang sebelum kegiatan lain terjadi. Contoh: They will be tired when they arrive. (mereka akan telah lelah ketika mereka datang) L. Future Perfect Continuous Tense Rumus: Subject + WILL + HAVE + BEEN + Kata Kerja I + ing Kapan kita memakai Future Perfect Continuous Tense? Kita menggunakan Tense ini untuk membicarakan tentang suatu tindakan/kegiatan yang panjang sebelum beberapa saat di masa yang akan datang. Contoh: • He will be tired when he arrives. He will have been traveling for 24 hours. M. Past Future Tense Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan terjadi diwaktu lampau Rumus: subject + WOULD + Kata Kerja Bentuk I Contoh : She would not be at school tomorrow. (Dia tidak akan ke sekolah besok) N. Past Future Continuous Tense Untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang terjadi di waktu lampau. Rumus: subject + WOULD + BE + Kata Kerja + ing Contoh: We would be having dinner at home yesterday (kita akan sedang makan malam di rumah kemarin) O. Past Future Perfect Tense untuk menyatakan suatu prbuatan atau peristiwa yang akan sedang terjadi di waktu lampau Rumus: subject + WOULD + HAVE + Kata Kerja Bentuk ke 3 Contoh: she would have be finished to studied if he had not been lazy (dia akan sudah tamat belajar jika dia tidak malas) P. Past Future Perfect Continuous Tense Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan sedang terjadi di waktu lampau Rumus: Subject + WOULD + HAVE + BEEN + Kata Kerja I + ing Contoh: We would have been waiting long. (kita akan sudah sedang menunggu lama) KESIMPULAN Rumus Umum Tense adalah sbb: No Tenses Rumus 1. Present Simple Tense (S + V1 + dll) 2. Present Continous Tense (S + is, am, are + V-ing + dll) 3. Present Perfect Tense (S + have,has + V3 + dll) 4. Present Perfect Contiuous Tense (S + have, has + been + V-ing +dll) 5. Past Simple Tense (S+ V2 + dll) 6. Past Continuous Tense (S + was,were + V-ing + dll) 7. Past Perfect Tense (S + had + V3 + dll) 8. Past perfect Continuous Tense (S + had + been + V-ing + dll) 9. Future Simple Tense (S + will + V1 + dll) 10. Future Continuous Tense (S + will + be + V-ing+ dll) 11. Future Perfect Tense (S + will + have + V3 + dll) 12. Future Perfect Continuous Tense (S + will + have + been + V-ing + dll) 13. Past Future Simple Tense (S + would + V1 + dll) 14. Past Future Continuous Tense (S+ would + be + V-ing + dll) 15. Past Future perfect Tense (S + would + have + V3 + dll) 16. Past Future Continuous Tense (S + would + have + been + V-ing+ dll) Pronount Pronouns adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan orang, hewan, dan benda. Bentuk-bentuk dan Contoh Pronouns 1. Personal, Possessive, Reflexive Pronouns Untuk membedakan ketiganya perhatikan tabel di bawah ini: Personal Pronouns Possessive Pronouns Reflexive Pronouns Subject Object Possessive Adjective PossessivePronouns I Me My … Mine Myself You You Your … Yours Yourself They Them Their … Theirs Themselves We Us Our … Ours Ourselves He Him His … His Himself She Her Her … Hers Herself It It Its … Its Itself Contoh: I go with him to her house. (Artinya: Saya pergi dengan dia ke rumahnya) He visits our home. (Artinya: Dia mengunjungi rumah kita) Its tail is very long. (Artinya: Ekornya sangat panjang) 2. Demonstrative Pronouns (Kata Ganti Penunjuk) This = ini (digunakan untuk benda dekat tunggal), contohnya: o This is my pencil (Artinya: Ini pensil saya) o What is this? (Artinya: Apa ini?) These = ini (digunakan untuk benda dekat jamak), contohnya: o These are our cars. (Artinya: Ini adalah mobil-mobil kita) o What are these? (Artinya: Apa ini?) That = itu (digunakan untuk benda jauh tunggal), contohnya: o That is your pen. (Artinya: itu pulpen kamu) o What is that? (Artinya: Apa itu?) Those = itu (digunakan untuk benda jauh jamak), contohnya: o Those are our car. (Artinya: itu adalah mobil-mobil kita) o What are those? (Artinya: Apa itu?) 3. Indifinite Pronouns (Kata Ganti Benda Tak Tentu) Each = setiap, tiap-tiap, masing-masing Contoh: I have two watches, each costs Rp. 200.000,- (Artinya: Saya punya dua jam tangan, masing-masing seharga Rp. 200.000,-) One atau Ones = yang lainnya, yang satu. Contoh: This car is new, but that one is old. (Artinya: Mobil ini baru, tetapi yang satu itu sudah tua/ lama.) Someone; Somebody; Somewhere; Anyone; Anybody; Anything; Something; Anywhere Dalam hal ini some digunakan dalam kalimat positif dan any digunakan dalam kalimat negatif, contohnya: o I left it somewhere. o I didn’t go anywhere. Each other = satu sama lain, untuk 2 orang. One another = satu sama lain, untuk lebih dari 2 orang. Contoh: o They help each other. o Love one another. Another = yang lain, untuk benda tunggal tak tentu. Others = yang lain, untuk benda jamak tak tentu. The other = yang lain, untuk benda tunggal tertentu. The others = yang lain, untuk benda jamak tertentu. Contoh: o I don’t like this pen. I want another. o These cars are very expensive. I want others. 4. Interogative Pronouns (Kata Ganti Penanya) Who = siapa (menanyakan orang sebagai subject). Contohnya: Who teaches you English? Whom = siapa (menanyakan orang sebagai object). Contohnya: Whom does she love? Whose = kepunyaan siapa Contohnya: Whose car is this? What = apa (menanyakan nama, benda, pekerjaan, atau jabatan). Contohnya: What is your name? Which = yang mana Contohnya: Which do you prefer, the tea or the coffee? Where = dimana/ kemana Contohnya: Where do you go? When = kapan Contohnya: When can you visit? Why = mengapa/ kenapa Contohnya: Why do you love me? How = bagaimana, dengan apa Contohnya: How does he teach you every day?

Selasa, 04 Desember 2012

Buruh Bekasi Tetapkan Upah Minimum 2013 Rp 2,85 juta

Aliansi Buruh Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam "Buruh Bekasi Bergerak" meminta pemerintah menetapkan upah minimum buruh di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tahun 2013 sebesar Rp 2.859.171 per bulan. Adapun tiga pengelompokan upah di Kabupaten Bekasi tahun 2013 ditetapkan sebesar Rp 3.076.464 untuk kelompok ketiga, sebesar Rp 3.310.279 bagi kelompok kedua, dan kelompok 1 sebesar Rp 3.561.860 per bulan. Demikian disampaikan Koordinator Buruh Bekasi Bergerak, Obon Tabroni, kepada Kompas, Kamis (25/10/2012) sore di Jakarta. "Bertempat di sebuah rumah makan di Tambun, Bekasi, Aliansi Buruh yang tergabung dalam Buruh Bekasi Bergerak terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan GSPMII menetapkan upah minimum dan upah minimum kelompok di Kabupaten Bekasi tahun 2013," ujarnya. Penetapan upah minimum dan upah minimum kelompok, tambah Obon, dituangkan dalam pokok-pokok pikiran Aliansi Buruh Bekasi Bergerak yang diteken oleh pimpinan dan perwakilan Aliansi Buruh Bekasi. Menurut Obon, upah minimum Kabupaten Bekasi dan upah minimum kelompok Kabupaten Bekasi pada tahun 2012, yang ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi, adalah Rp 1.491.886 untuk kelompok pertama, Rp 1.715.540 bagi kelompok kedua, dan Rp 1.849.914,824 untuk kelompok ketiga. Catatan Kompas, Buruh Bekasi Bergerak merupakan aliansi buruh yang dideklarasikan pada tahun 2011. Gerakan buruh ini berhasil mengorganisasi buruh di Kabupaten Bekasi untuk memperjuangkan penentuan upah minimum tahun 2012 di Kabupaten Bekasi. Puncak aksi dari Gerakan Buruh Bekasi ini adalah penutupan jalan tol Jakarta-Cikampek pada 27 Januari 2012 lalu. Analisis: yang dilakukan parah buruh bekasi itu tidak sepatutnya dilakukan untuk memprtahankan upah minmumnya, tetapi jika itu terjadi harus ada kesepakatan dari dewan buruh, pada akhirnya pada catatan kompas, upah minimum yang tertera Gerakan buruh ini berhasil mengorganisasi buruh di Kabupaten Bekasi untuk memperjuangkan penentuan upah minimum tahun 2012 di Kabupaten Bekasi. Puncak aksi dari Gerakan Buruh Bekasi ini adalah penutupan jalan tol Jakarta-Cikampek pada 27 Januari 2012 lalu. Link: www.kompas.com

Sabtu, 10 November 2012

Definisi Corporate Social Responsibility (CSR)

Berdasarkan pada Trinidad and Tobaco Bureau of Standards (TTBS), Corporate Social Responsibility diartikan sebagai komitmen usaha untuk bertindak etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komuniti lokal dan masyarakat secara lebih luas (Budimanta,Prasetijo & Rudito, 2004, p.72). World Business Council for Sustainable Development mendefiniskan Corporate Social Responsibility sebagai komitmen berkelanjutan kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan sumbangan pada pembangunan ekonomi sekaligus memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat secara keseluruhan (Iriantara, 2004, p.49). “Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan” (Kotler & Nancy, 2005,p.4) CSR Forum mendefinikan Corporate Social Responsibility sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan lingkungan (Wibisono, 2007, p.8). Jadi, dapat kita simpulkan bahwa Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi jangka panjang terhadap satu issue tertentu di masyarakat atau lingkungan untuk dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kontribusi dari perusahaan ini bisa berupa banyak hal, misalnya : bantuan dana, bantuan tenaga ahli dari perusahaan, bantuan berupa barang, dll. Di sini perlu dibedakan antara program Corporate Social Responsibility dengan kegiatan charity. Kegiatan charity hanya berlangsung sekali atau sementara waktu dan biasanya justru menimbulkan ketergantungan publik terhadap perusahaan. Sementara, program Corporate Social Responsibility merupakan program yang berkelanjutan dan bertujuan untuk menciptakan kemandirian publik (“Paradigma Baru CSR”, Oktober 2006). Perusahaan yang menjalankan model bisnisnya dengan berpijak pada prinsip-prinsip etika bisnis dan manajemen pengelolaan sumber daya alam yang strategik dan sustainable akan dapat menumbuhkan citra positif serta mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat (Wibisono, 2007, p.66). Philip Kotler dan Nancy Lee juga mengatakan bahwa Corporate Social Responsibility memiliki kemampuan untuk meningkatkan citra perusahaan karena jika perusahaan menjalankan tata kelola bisnisnya dengan baik dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maka pemerintah dan masyarakat akan memberikan keleluasaan bagi perusahaan tersebut untuk beroperasi di wilayah mereka. Citra positif ini akan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan hidupnya saat mengalami krisis. Melihat pentingnya pelaksanaan Corporate Social Responsibility dalam membantu perusahaan menciptakan citra positifnya maka perusahaan seharusnya melihat Corporate Social Responsibility bukan sebagai sentra biaya (cost center) melainkan sebagai sentra laba (profit center) di masa mendatang. Logikanya sederhana, jika Corporate Social Responsibility diabaikan kemudian terjadi insiden. Maka biaya yang dikeluarkan untuk biaya recovery bisa jadi lebih besar dibandingkan biaya yang ingin dihemat melalui peniadaan Corporate Social Responsibility itu sendiri. Hal ini belum termasuk pada resiko non-finansial yang berupa memburuknya citra perusahaan di mata publiknya (Wibisono, 2007). Manfaat bagi masyarakat yaitu dengan adanya CSR masyarakat menjadi semakin dibantu dengan adanya bantuan dari forum CSR tersebut dengan kata lain dapat meringankan beban masyarakat yang masih kekurangan. Manfaat bagi perusahaan yaitu dengan adanya CSR menjadi landasan untuk mendapatkan laba bagi perusahaan dikarenakan jika perusahaan mengalami krisis dengan adanya CSR akan menjadi citra yang positif dan membantu dalam setiap berbisnis.

Kamis, 08 November 2012

Iklan Close Up Depp Action

PT.Unilever merupakan perusahaan industri rumah tangga yang mampu bersaing sampai saat ini, produk yang dihasilkan sangat beragam. Salah satu produknya adalah pasta gigi Close-up. Untuk dapat bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif, Close-up merasa perlu untuk mempertahankan dan meningkatkan nama merknya dan memiliki merk yang kuat yang tertanam dibenak konsumen. Close up adalah Brand Recall, pada asosiasi merk, merk close up adalah menyegarkan nafas, aromanya wangi, kemasannya menarik dan mudah diperoleh di took-toko. Close up memiliki berbagai macam varian produk diantaranya close up menthol chill, close up milk calcium, close deep action, close up menthol chill, close up crystal frost, close up SPA moisture, close up peppermint splash, close up fire-freeze. Analisis: close up deep action yang merupakan berasal dari PT.Unilever pasta gigi yang dapat membuat mulut menjadi segar, gigi tampak lebih putih, iklan ini yang lucu diantara iklan close up lain yang seorang perempuan purba melihat laki-laki yang sedang menyikat gigi menggunakan pasta gigi deep action kemudian sang perempuan tersebut memukul laki-laki tersebut karena terpesonanya dengan gigi nya yang putih dan meyegarkan dan perempuan menyulik laki-laki itu. Iklan ini cukup menarik untuk ditayangkan dan menambah persaingan dari pasta gigi lainnya.

Selasa, 06 November 2012

tugas kelompok iklan pepsodent

iklan pepsodent IKLAN PEPSODENT VERSI “ GANTIAN DONG 2012 “ ANALISIS : Pepsodent, siapa yang tak kenal dengan merk pasta gigi ternama ini. Pasta gigi ini selalu menampilkan iklan-iklan yang kreatif dan inovatif. Iklan pepsodent yang terbaru menampilkan cerita tentang ayah dan anak yang sangat unik dan mendidik. Iklan tersebut berjudul : "sikat gigi bersama ayah Adi dan dika. Sikat Gigi Pagi + Malam’ mengetengahkan dua tokoh: Ayah Adi dan Dika, ayah dan anak yang berbagi tips dan trik tentang bagaimana menjadikan menyikat gigi lebih bisa dinikmati, dan tidak menjadi pengalaman buruk bagi orang tua dan anak-anak. Dalam iklan pepsodent tersebut, Ayah Adi menggunakan humor untuk mendidik anaknya, Dika, ketika menyikat gigi, khususnya di malam hari. Iklan ini berdampak positif bagi masyarakat khususnya anak-anak agar mereka mau menggosok gigi secara teratur di pagi dan malam hari. Menurut saya, iklan ini sangat unik dan mendidik. Iklan seperti inilah yang seharusnya menjadi contoh. tidak hanya sekedar "menjual", tetapi juga mendidik dan memberi tips bagi orang tua dalam membiasakan sikat gigi teratur pada anak. Nama : lia juliani Kelas : 4ea08 NPM : 13209202 TUGAS SOFSKILL MENELITI IKLAN PEPSODEN ETIKA BISNIS pepsodent sensitive expert Pengetahuan mengenai gang¬guan gigi sensitif tersebut ma¬sih rendah. Sebagian masyara¬kat tidak mengetahui penye¬babnya sehingga mereka tidak melakukan upaya pencegahan. Selain itu, sebagian besar tidak melakukan upaya preventif den¬gan menyikat gigi menggunakan pasta gigi sensitive, justru ke¬cenderungannya sebagian besar responden mengabaikan rasa sakit akibat gigi sensitif dan ti¬dak memiliki keinginan untuk memeriksakan gangguan terse¬but ke dokter gigi. Hal yang sama ditemukan tim peneliti Unilever. “Melalui pene¬litian yang dilakukan pada ta¬hun 2009, kami menemukan sekitar 65 persen orang Indo¬nesia mempunyai masalah gigi sensitif yang berusia sekitar 30-45 tahun dan lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia yang menyadari itu, tapi tidak melakukan tindak lanjut guna mengatasi gigi sensitif mere¬ka,” ujar Brand Manager Pep¬sodent Sensitive Expert. Analisa : pepsodent sensitive expert informasi yang dapat membantu masyarakat untuk mengatasi masalah gigi yang sensitive. Dengan adanya produk dari unilever yaitu pepsodent sensitive expert yang dapat mengatasi masalah gigi sensitive. Selain itu, iklan dari pepsodent sensitive expert cukup baik untuk melakukan promosi produk ini Pepsodent Complete Pepsodent adalah merk pasta gigi, dengan konsep positioning sebagai pasta gigi keluarga Indonesia. Ditilik dari iklannya segmen yang dibidik adalah golongan dari menengah keatas. Pasta gigi ini mempunyai beragam varian sesuai dengan karakter penggunaan yang berorientasi kepada kepentingan konsumennya. Pepsodent complete adalah pepsodent yang memiliki 8 perlindungan didalam pasta gigi, seperti mencegah gigi berlubang, merawat kekuatan email, gigi tampak lebih putih, menyegarkan nafas, gusi tetap kuat, membantu mengurangi pembentukan plak, mencegah karang gigi, dan membantu mencegah pertumbuhan bakteri. Didalam iklan pepsodent complete perlindungan yang dibuat berdasarkan atas mengatasi masalah gigi yang telah dirasakan . Analisa: pepsodent complete adalah suatu informasi yang dapat membantu konsumen untuk mengetahui masalah pada gigi dan 8 perlindungan yang terdapat di pepsodent tersebut membantu produk dari unilever ini untuk dipakai dalam mengatasi masalah pada gigi. Dan iklan dari pepsodent complete tersebut cukup baik dalam melakukan promosi pada sebuah produk dari unilever yang dihasilkan. KESIMPULAN : Produk pepsodent memiliki berbagai macam jenis, yang kegunaannya sesuai dengan masalah pada gigi yang direkomendasikan dari para dokter ahli gigi. NAMA KELOMPOK : ADHITIA NOVITASARI 16209124 FARA RIZAINI H.L 12209005 LIA JULIANI 13209202

Kamis, 01 November 2012

Penerapan Good Corporate Gavernance (PT ANTAM)

Penerapan praktik terbaik Corporate Governance secara konsisten dan berkesinambungan merupakan komitmen penuh dari Antam dalam pengelolaan Antam dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham maupun kepentingan stakeholders lainnya. Dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG), Antam tidak hanya sekedar memenuhi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan saja, tetapi bersungguh-sungguh menerapkannya dalam segala kegiatan operasional Antam yang dijalankan dengan senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip GCG yaitu Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness. Sepanjang tahun 2011, beberapa peningkatan telah dilakukan oleh Antam antara lain dengan melakukan restrukturisasi organisasi yang terencana dan efisien serta secara berkala melakukan perekrutan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan meningkatnya aktivitas perkembangan usaha Antam; penyempurnaan Sistem Manajemen Kinerja dan Sistem Manajemen Unjuk Kerja untuk mendukung sistem penilaian kinerja yang lebih obyektif dan wajar; menyusun Standard Operating Procedure (SOP), khususnya untuk aktivitas baru Antam; melakukan penyempurnaan atas sistem pengendalian internal; memberlakukan penerapan manajemen risiko di seluruh lini kegiatan usaha Antam; dan melakukan sosialisasi dan internalisasi penerapan GCG di Antam. Dewan Komisaris, Komite-komite di tingkat Dewan Komisaris, Direksi, dan manajemen senior terus meningkatkan kapabilitas di dalam proses pengawasan dan pengelolaan perusahaan, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Semua pihak juga berupaya untuk memperkuat hubungan kerja satu sama lain. Singkatnya, Antam menyadari pentingnya hubungan kerja yang harmonis serta kerjasama diantara organ-organ tata kelola, manajemen dan staf untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik GCG di Antam secara berkelanjutan. Untuk mendukung fungsi pengawasan, Dewan Komisaris telah membentuk empat Komite di tingkat Dewan Komisaris yakni Komite Audit, Komite Nominasi, Remunerasi dan Pengembangan SDM (NRPSDM), Komite Manajemen Risiko, dan Komite GCG. Setiap Komite diketuai oleh anggota Dewan Komisaris, dan tugas serta tanggung jawab masing-masing Komite tercantum dalam masing-masing piagam yang dimiliki. Evaluasi kinerja Dewan Komisaris dilakukan oleh Komite NRPSDM dengan menggunakan sistem self-assessment atau peer evaluation sebagaimana ditentukan dalam rapat Dewan Komisaris. Hasil kinerja dilaporkan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Evaluasi ini dilakukan menggunakan kriteria yang disebutkan dalam manual kebijakan perusahaan seperti tingkat kehadiran di rapat Dewan Komisaris atau rapat Komite. Evaluasi kinerja Direksi dilakukan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Key Performance Indicators (KPIs) dan hasilnya dilaporkan di dalam RUPS. Contoh dari KPI diantaranya pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, struktur biaya, solvabilitas/tingkat hutang, penjualan, kepuasan konsumen, inovasi, proses operasional, risiko operasional, proses peraturan dan lingkungan, teknologi informasi yang terintegrasi, iklim organisasi, dan kompetensi karyawan. Evaluasi kinerja Komite di tingkat Dewan Komisaris menggunakan sistem self-assessment atau peer evaluation. Evaluasi dilakukan menggunakan beberapa kriteria seperti kehadiran di rapat Komite. Sebagai tambahan, Komite juga dievaluasi menggunakan aspek benturan kepentingan, pengetahuan dan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab Komite. Antam mengadopsi Sistem Manajemen berbasis Kinerja untuk mengevaluasi kinerja manajemen senior yang didasarkan pada beberapa faktor kunci seperti manajemen biaya, inovasi, proses operasional dan kepuasan pelanggan. Kinerja masing-masing senior manajemen terhubung dengan kinerja Direksi yang keseluruhannya berada dalam sistem Key Performance Index. Antam saat ini tengah bersiap untuk mengimplementasikan sistem imbal hasil berbasis kinerja bagi karyawannya yang akan menghubungkan kinerja masing-masing individu dengan remunerasi yang diperoleh. Evaluasi kinerja secara kolektif disetujui oleh Direksi dan setiap senior manajemen. Setiap tahun Direksi bertemu dengan senior manajemen dari unit bisnis di dalam forum Rapat Pimpinan untuk mengevaluasi dan memberi masukan terhadap kinerja masing-masing unit bisnis. Sesuai dengan visi, misi, tujuan dan strategi, serta ruang lingkup kegiatan operasional Antam yang terus berkembang dan kebijakan ekspansi usaha di bidang eksplorasi dan pemrosesan hasil tambang serta produk derivatifnya, Antam selalu berusaha untuk menerapkan GCG secara konsisten agar tujuan komitmen penerapan GCG yang dibangun dapat tercapai. Adapun tujuan penerapan GCG di Antam adalah sebagai berikut: • Meningkatkan kinerja Antam dengan proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan berhati-hati (prudent) dengan selalu memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengendalikan risiko yang timbul, serta menghindari benturan kepentingan. • Meningkatkan profesionalisme dan pengembangan sumber daya manusia Antam dengan melakukan penilaian kinerja yang lebih obyektif, transparan dan wajar, serta membangun struktur organisasi yang efisien dengan fungsi, sistem dan pertanggungjawaban yang jelas. • Mengoptimalkan potensi dan nilai tambah sumber daya alam secara ekonomis dengan pengelolaan risiko yang lebih efektif. • Memastikan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara prudent dan terkendali, dan menyusun laporan keuangan Antam secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan suatu sistem pengendalian internal yang handal dan manajemen risiko yang sehat. • Meningkatkan kepercayaan investor, kreditur dan pemegang saham dengan selalu melakukan pengkinian data/informasi yang materiil dan relevan secara transparan, akurat, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. • Memperhatikan kepentingan stakeholders Antam dengan memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta melaksanakan hubungan usaha yang sehat dan bertanggung jawab. • Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan ikut berperan aktif melestarikan lingkungan, khususnya di sekitar kegiatan operasi Antam. Struktur tata kelola perusahaan secara garis besar tergambarkan pada organ utama Antam yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Sebagaimana dimaksud dalam anggaran dasar Antam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, masing-masing organ mempunyai peran penting dalam penerapan GCG dan menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing untuk kepentingan Antam. RUPS merupakan wadah para pemegang saham yang memiliki wewenang yang tidak dilimpahkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi. Direksi bertanggung jawab penuh atas pengelolaan Antam sesuai amanah yang diberikan, sedangkan Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap pengelolaan yang dilakukan oleh Direksi serta melakukan penasihatan agar kinerja Antam lebih baik. Dewan Komisaris dan Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Fungsi Direktur Independen pada sistem satu Dewan sebagaimana berlaku di ASX terwakili oleh Dewan Komisaris dalam sistem dua Dewan. Dewan Komisaris dan Direksi Antam memiliki kesamaan persepsi terhadap visi, misi, dan nilai-nilai Antam yang menunjukkan keseimbangan hubungan kedua organ tersebut untuk memelihara keberlanjutan usaha Antam dalam jangka panjang. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan dilaksanakan oleh Antam dengan memberlakukan Pedoman Kebijakan Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance Policy), Standar Etika Perusahaan (Code of Conduct, COC), Pedoman Kerja (Charter) Dewan Komisaris, Charter Direksi, Charter-charter Komite Penunjang Dewan Komisaris, Charter Internal Audit, Pedoman Kebijakan Manajemen Perusahaan (Corporate Management Policy), Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko, serta kebijakan-kebijakan lainnya seperti Sistem dan Prosedur Operasional (Standard and Operating Procedure) serta Instruksi Kerja (Work Instructions). Soft structure Good Corporate Governance (GCG) ini dipublikasikan dalam portal internal dan situs Antam, serta selalu dikaji secara berkala setiap tahun dan dilakukan revisi untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi Antam yang berjalan, praktik terbaik GCG serta penyesuaian terhadap peraturan perundangan yang berlaku. ANALISIS: Dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG), Antam tidak hanya sekedar memenuhi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan saja, tetapi bersungguh-sungguh menerapkannya dalam segala kegiatan operasional Antam yang dijalankan dengan senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip GCG yaitu Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness.

Kasus perlindungan Konsumen

Kasus Prita Mulyasari INILAH.COM, Jakarta - Penahanan Prita Mulyasari menghebohkan jagad hukum, media massa dan pelaku dunia maya. Sebuah pemasungan kebebasan berpendapat gaya baru berlindung kepada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Para aktivis HAM melihat penahanan Prita adalah bentuk penindasan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan aparat yang main tangkap dan menahannya begitu saja. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyesalkan penahanan Prita Mulyasari, mantan pasien Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutra. Prita ditahan gara-gara keluhannya atas pelayanan rumah sakit yang tersebar di milis. Prita menyebarkan email kepada 10 orang temannya yang berisi keluhannya terhadap rumah sakit tersebut. Email tersebut kemudian menyebar luas ke mailing list. Prita keberatan dengan analisis dokter yang menyebutkan dia terkena demam berdarah. Dia merasa ditipu karena dokter kemudian memberikan diagnosis hanya terkena virus udara. Tak hanya itu, menurut Prita dalam emailnya, dokter memberikan berbagai macam suntikan berdosis tinggi. Merasa jengkel, Prita kemudian berniat pindah ke RS lain. Namun, dia kesulitan mendapatkan hasil laboratorium. Prita telah mengajukan keberatannya ke RS Omni Internasional dan tak mendapatkan jawabannya. Kemudian, ia menyampaikan keluhannya itu kepada teman-temannya melalui e-mail. Pihak RS Omni Tangerang telah menjawab keluhan Prita melalui mailing list dan iklan di media massa. Banyak kalangan ikut prihatin. Dewan Pers telah mengunjungi Prita Mulyasari (32). Namun sebaiknya diteruskan juga untuk bertemu dengan Jaksa Agung dan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo). Rombongan dipimpin Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara ke LP Tangerang. Dewan pers menyampaikan simpati karena Prita mendapati kesulitan karena dituntut RS Omni menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Padahal dia hanya menyatakan pendapatnya," kata anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi. Prita Mulyasari ditahan sejak 13 Mei 2009 karena diduga melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang ancaman hukumannya enam tahun. Prita rencananya akan kembali menjalani sidang perdata pada 4 Juni mendatang setelah meminta banding atas keputusan Pengadilan Negeri Tangerang per 11 Mei 2009 yang memenangkan gugatan RS Omni. Dewan Pers memang harus mencari kebenaran dari kasus Prita ini. Dewan Pers harus turun tangan karena Prita menyatakan pendapatnya melalui media elektronik, yang diatur dalam UU Pers. Dalam UU Pers pasal 1 ayat 1 mengungkapkan, pers adalah wahana sosial yang mencakup menyampaikan berita, mencari, mengolah, mengumpulkan, menyimpan berita baik secara elektronik, cetak dan media lain yang tersedia. Media lain termasuk internet. Dukungan bagi Prita juga makin meluas termasuk di situs jejaring sosial Facebook. Di sebuah grup Dukungan Bagi Ibu Prita Mulyasari, Penulis Surat Keluhan Melalui Internet Yang Dipenjara, setidaknya ada delapan ribu orang yang mendukung dan meminta Prita dibebaskan. Selain itu, terdapat juga sebuah grup Facebook lainnya yakni, Dukung Prita Mulyasari, dukungan terus mengalir. Mulai dari kalangan yang memberikan kecaman terhadap RS Omni maupun simpati kepada Prita. Namun dari semua komentar, yang paling banyak mendominasi adalah mempertanyakan penegakan hukum yang dilakukan aparat. Mereka menilai hukum masih belum berpihak kepada yang benar. Selain grup dukungan terhadap Prita, masih ada lagi grup yang mengecam RS Omni. Grup itu bernama "Say No To RS OMNI Internasional". Anggota Sub-Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Nur Kholis, saat mengunjungi Prita, menyatakan, email yang ditulis Prita merupakan bagian hak paling asasi seorang warga negara dan manusia di sebuah negara beradab. Bannyak kalangan melihat kasus Prita bisa menjadi preseden buruk atas penegakan HAM dan demokrasi di Indonesia. [E1] sumber: http://www.inilah.com Analisis: dalam kasus Prita, seharusnya RS Omni Internasional itu tidak semata-semata langsung mengklaim Prita padahal hanya mengemukakan keluhan dari RS Omni Internasional tersebut tetapi kenapa hokum tidak berpihak kepada prita dan mengapa prita sendiri yang ditahan. Jadi RS Omni Internasional sebaiknya jika ingin menjaga nama baik pada RS tersebut sebaiknya menerima keluhan dari warga Negara yang beradab jangan langsung menyalahkan Prita dan hokum yang baik seharusnya mengetahui baik buruknya warga Negara itu melakukan sesuatu.